Hindari Shalat Tapi Maksiat Jalan Terus

kwpsi.org - Ibadah shalat adalah tiang dalam agama Islam. Seseorang tidaklah tegak Islamnya kecuali dengan shalat yang merupakan amalan pertama kali dihisab di Hari Kiamat. Amalan seseorang juga bisa dinilai baik buruknya tergantung dari shalatnya.

Namun demikian saat ini banyak umat Islam yang belum benar dan sempurna dalam melaksanakan shalat, sebagai ibadah paling utama, bahkan banyak yang main-main dan lalai dengan shalatnya yang hanya sekedar asal gugur kewajiban.

Akibatnya, tujuan shalat sebagai sarana meminta pertolongan langsung kepada Allah Swt dalam kehidupan muslim serta mencegah perbuatan keji dan mungkar, tidak tercapai. Bahkan ada orang yang shalat terus maksiat jalan (STMJ) juga kerap ditemukan di tengah umat Islam.

Demikian disampaikan Pimpinan Dayah Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie Jaya,  Drs. Tgk. HM Daud Hasbi M.Ag saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (24/2) malam.

"Ibadah shalat adalah kewajiban muslim dan dosa besar bagi yang meninggalkannya, serta pembeda orang Islam dengan orang kafir itu ada pada shalat. Namun, banyak umat Islam sudah shalat tapi gagal mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar karena shalatnya meski rajin belum dilakukan dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah," ujar Tgk. Daud Hasbi.

Diungkapkannya, esensi shalat seperti Firman Alllah Swt dalam QS: Al 'Ankabuut ayat 45 yaitu untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, akan tetapi kenyataan yang ada banyak diantara mereka yang shalat namun tetap saja mengerjakan kejahatan, kezaliman dan atau perbuatan tercela.

Tujuan sholat bagi diri seseorang itu agar dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar, maka apabila seseorang itu melakukan perbuatan keji dan mungkar artinya belum tercapai tujuan shalat atau orang itu belum dikatakan shalat.

‎Abi Daud Hasbi yang juga Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayah Inshafuddin ini juga mengingatkan umat Islam di Aceh diminta untuk mengerjakan shalat secara betul, karena shalat yang dikerjakan secara betul akan memberi hikmah dan keutamaan yang luar biasa banyak bagi yang melakukannya. 

Antara lain, menurut Abi Daud yang menjelaskan matan sebuah hadis ini, seorang yang rajin shalat berjama’ah itu adalah seperti seorang yang mandi di sungai sebanyak lima kali dalam sehari semalam.

“Jadi, apakah seorang yang mandi lima kali sehari semalam bisa kotor tubuhnya? Nah, begitu juga dengan orang yang shalat ini, kalau ia mengerjakan shalat sehari semalam lima waktu, maka itu akan menjadi penebus dosa-dosa baginya sehingga ia akan selalu bersih dari dosa, “ujar Abi Daud pada pengajian yang dimoderatori Badaruddin dari Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh dengan tema, "Fiqh Shalat Fardhu"

Selain itu, Abi Daud juga membacakan sebuah redaksi hadits Nabi yang diriwayatkan Muslim tentang keutamaan shalat, “Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.”

Dan sebaliknya, kata Abi Daud, ada dosa besar bagi siapa saja yang tidak shalat, apalagi jika tidak shalat dan menyepelekan ibadah shalat. “Meninggalkan shalat secara sengaja dan menyepelekan ibadah ini bisa membawa kepada kemurtadan, “ tegasnya.

Beberapa akibat yang akan ditanggung seorang muslim yang tidak atau malas shalat misalnya, Allah akan tanpa ampun mempersulit rezeki, pahala dari amal baik yang dilakukan tidak akan diberikan, ketika sakaratul maut dalam keadaan yang amat hina, kuburan dari orang tersebut akan dibuat sesempit mungkin oleh Allah SWT, cahaya shaleh yang ada pada wajah orang tersebut akan menghilang dan keberkahan dari umur orang itu akan dikurangi oleh Allah SWT.

Orang yang tidak shalat juga tidak boleh menjadi wali nikah. Meskipun ada yang menjadi wali nikah terhadap anaknya, tapi nikah tersebut tidak sah, dan keturunan hasil pernikahan seperti itu akan menjadi anak hasil zina sepanjang masa sampai beberapa keturunan.

Di hadapan wartawan, santri, mahasiswa, dan ormas Islam dan peserta pengajian lainnya yang khusyuk mendengar pengajian hingga larut malam ini, Abi Daud juga memaparkan secara rinci kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang mengerjakan shalat sehingga shalatnya tidak sah. Selain itu, Abi Daud juga menjelaskan trik agar umat Islam bisa khusyu’ saat melaksanakan ibadah shalat.

“Banyak kesalahan yang dilakukan orang yang shalat, misalnya dengan takbir berulang-ulang karena niatnya belum masuk, ia menjadi peragu-ragu, ini tidak perlu karena yang diwajibkan adalah qasad shalat, bukan membaca lafaz niat. Jadi tidak pelru ragu-ragu, harus yakin, “ ujar Abi Daud menjelaskan salah satu kesalahan yang kadangkala dilakukan seorang yang melaksanakan ibadah shalat ini.

Lebih lanjut, Abi Daud juga menjelaskan perlu Tumakninah, serta bisa memanjangkan waktu sujud ketimbang ruku’ . Selain itu, agar khusyu’, ia mengingatkan agar kita senantiasa melihat ke sajadah. Orang yang saat shalat tidak lihat ke sajadah, maka Allah tidak akan melihat dia di hari kiamat.

“Cara utama agar bisa khusyu’ saat shalat adalah dengan memahami arti lafaz-lafaz yang kita baca saat shalat, “ ujat Abi Daud menjelaskan.

Selain itu, Abi Daud juga mengajak  masyarakat Aceh untuk rajin shalat berjama’ah di masjid. Sebab, kenapa shalat dituntut untuk berjamaah adalah karena shalat berjamaah ini adalah shalatnya Nabi, para sahabat dan para ulama shalafussalih.

Diberdayakan oleh Blogger.