Ukhuwah Islamiyah Tak Terbatas Wilayah

Tgk H Muhammad Hatta, Lc M.Ed

Banda Aceh, kwpsi.org - Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim merupakan anugerah Allah SWT yang tiada terhingga dan kenikmatan yang tidak dapat diukur materi. Sekalipun seluruh manusia berusaha untuk mengumpulkan harta mereka, namun itu semua tidak dapat digunakan untuk membeli ‘ukhuwah’. Karena ukhuwah tumbuh dan lahir dari cahaya keimanan. 

Persaudaran dalam Islam tidak dibatasi dengan wilayah geografis, batas daerah, batas provinsi, batas negara, bahkan menjangkau untuk seluruh belahan dunia dimana orang muslim dan mukmin berada, juga tidak dikhususkan dengan bentuk fisik, warna kulit dan aneka ragam suku bangsa di dunia ini,  selama mereka muslim dan mukmin, maka mereka adalah saudara kita. 

Demikian disampaikan Tgk H Muhammad Hatta, Lc M.Ed (Pimpinan LPI Dayah MADANI Al-Aziziyah Lampeuneureut Ujong Blang, Darul Imarah, Aceh Besar) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (27/5) malam.

"Kita sesama muslim adalah bersaudara dari mana pun dia berasal.‎ Jangan ketika beda suku, ras dan negara, itu akan menjadi penghalang bagi kita untuk mencintai dan menyayangi sesama muslim‎," kata Tgk Muhammad Hatta.

Dalam pengajian dengan tema, "Ukhuwah Islamiyah" yang dimoderatori Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA ini, Abiya Muhammad Hatta‎ juga menyebutkan, ukhuwah Islamiyah dilambangkan bagaikan bangunan yang kokoh sebagaimana hadits Rasulallah SAW, “Sesungguhnya orang-orang mukmin dengan orang-orang mukmin lainnya itu bagaikan bangunan yang satu, bagiannya menguatkan bagian yang lain (H.R. Bukhari dan Muslim)”

Begitu pula seharusnya yang terjadi diantara kita, sekalipun berbeda suku bangsa, berbeda golongan, berbeda partai dan berbeda kepentingan, tapi kalau sudah diikat dengan islam dan iman, maka perbedaan tadi menjadi lebur, dan tentunya kepentingan umum (umat) dan kepentingan agama lebih didahulukan.‎

"Persis dengan apa yang telah kita perlihatkan saat ini dengan menolong saudara kita warga muslim Rohingya yang terusir dari negaranya. Lalu kita sambut di Aceh dengan penuh kasih sayang," sebutnya.

Tgk Muhammad Hatta yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh ini juga mengungkapkan ada sepuluh mutiara paling berharga yang akan diangkat oleh malaikat Jibril AS dari bumi di akhir zaman.

Diriwayatkan, bahwa malaikat Jibril turun menjumpai baginda Nabi Muhammad SAW, saat itu beliau dalam keadaan sakit yang mengantarnya wafat. “Hai Jibril, apakah kamu masih tetap akan turun ke bumi setelah saya meninggal ?” tanya Nabi Muhammad SAW pada Jibril. “Ya, betul, saya masih tetap akan turun Ya Rasulullah, saya akan turun sebanyak sepuluh kali, karena saya akan mengambil sepuluh macam mutiara di muka bumi” jawab malaikat Jibril.

“Hai Jibril, apa yang mau kamu angkat dari bumi ?” tanya Nabi SAW ingin tahu. Kemudian Jibril pun menjelaskan : Pertama, saya akan mengangkat (mengambil) keberkahan dari muka bumi. Kedua, saya akan mengambil rasa cinta dari hati para makhluk. Ketiga, saya akan mengambil rasa sayang dari hati kerabat, saudara. Keempat, saya akan mengambil keadilan dari para penguasa, Pemerintah. Kelima, saya akan mengambil rasa malu dari para wanita. Keenam, saya akan mengambil kesabaran dari orang-orang fakir, miskin dan yang tertimpa musibah. Ketujuh, saya akan mengambil sifat kehati-hatian dan sikap zuhud (hati tidak terikat duniawi) dari para Ulama. Kedelapan, saya akan mengambil sifat dermawan dari orang-orang kaya. Kesembilan, saya akan mengambil Al-Qur’an dan Kesepuluh, saya akan mengangkat keimanan.‎

"Sangatlah relevan jika keburukan dan kebobrokan akhlak yang terjadi saat ini karena manusia di bumi ini sudah tidak mempunyi 10 mutiara ini. Tapi kita sangat berharap bahwa malaikat Jibril belum mengambil kesepuluh mutiara tersebut. Terutama mutiara Al-quran dan mutiara iman karena mutiara Alquran adalah cahaya penerang bumi ini petunjuk umat islam untuk menjalani hidup ini walaupun banyak umat yang melupakannya. Sedangkan mutiara iman jika seseorang sudah tidak mempunyai mutiara ini maka dia termasuk orang yang paling rugi di dunia dan hidupnya sia-sia walaupun dia kaya, berpangkat, punya pengaruh dan punya segalanya di dunia ini. Karena iman adalah nikmat yang terbesar dan terbaik untuk manusia," ungkapnya. 
Diberdayakan oleh Blogger.