Shalat Sebagai Pembersih Jiwa

Kwpsi.org, Banda Aceh - Ustaz Dr Fauzi Saleh Lc, MA mengatakan shalat sebagai bentuk pembersihan jiwa bagi umat muslim. Sebab, melalui shalat seorang hamba dapat berinteraksi dengan Allah SWT untuk memohon pengampunan atas segala dosa. 

Pernyataan itu disampaikannya saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (20/5) malam. Pengajian yang dimoderatori Ustaz H. Umar Rafsanjani Lc, MA ini bertema "Israk Mikraj". 

Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry ini 
menambahkan bahwa bersih itu dapat membawa jiwa tenang. Karena itu, Islam menjadikan nilai-nilai kebersihan itu bagian dari pada iman. 

"Bahkan Nabi Muhammad SAW mengumpamakan shalat sebagai sebuah sungai yang mengalir di depan rumah. Artinya, setiap saat kita bisa membersihkan diri tanpa ada batasan," katanya.

Ustaz Fauzi juga mengatakan yang membedakan muslim dengan orang syirik dan kafir dilihat pada shalatnya. Bahkan, amalan yang pertama sekali diminta pertanggungjawaban oleh Allah adalah shalat. "Karena itu sangat berbahagia kita di Aceh banyak masjid tapi yang tidak ada orangnya," sindirnya sambil tertawa.‎

Ditambahkannya, shalat merupakan kewajiban bagi tiap-tiap pribadi muslim laki laki ataupun wanita yang memenui syarat wajibnya shalat, karena shalat merupakan dasar atau pondasi agama Islam.

Akhir-akhir ini telah menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan para ilmuwan barat bahwa shalat merupakan olahraga terbaik karena ia dapat menggerakkan persendian-persendian tubuh, melancarkan aliran darah serta bermacam-macam bentuk yang mengupayakan kesehatan tubuh. Hal ini secara tidak langsung merupakan pengakuan non muslim akan kesempurnaan syari'at Islam dan bahkan pembuktian tak terbantahkan dari mereka sendiri.

Jika shalat telah mendekati titik sempurna atau bahkan telah sampai pada titik sempurna, sudah pasti manfaat, faidah dan pengaruhnya juga akan lebih besar baik lahiriyah maupun bathiniyah.

Allah dalam Surat Al-Ankabut:45, berfirman:
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar".

Sedangkan shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar hanya jika mengerjakan rukun-rukunnya, sunnah-sunnahnya, dan dilakukan dengan adab atau tata krama secara dzohir maupun batin. Termasuk dari adab dhohir melakukannya secara sempurna dengan jawarih atau anggota tubuh dan termasuk dari adab bathin adalah khusyu' dalam sholat''.

Orang yang hilang khusyuknya dalam shalat adalah orang yang memiliki penyakit hati seperti cinta dunia dan berlomba-lomba dalam dunia, dan dia tidak lain hatinya akan teralihkan untuk memandang akhirat.

Diantara faktor yang dapat mendatangkan kekhusyukan shalat adalah, Pertama, memperpanjang rukuk dan sujud. Kedua, menghayati makna Al-Qur'an. Allah berfirman: "Tidakkah kalian merenungi al-Qur'an". (An-Nisa': 82)  karena dengan mengangan-angan al-Qur'an terpenuhilah tujuan dari khusyu' itu sendiri.

Ketiga, menghayati dzikir. Keempat, selalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud. Dan hal ini termasuk sunnah karena dapat mendekatkan pada kekhusyukan.

Diberdayakan oleh Blogger.