‎Lima Kunci Sukses Hidup di Dunia dan Akhirat




Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah, Jeunib, Kabupaten Bireuen, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau akrab disapa Tu Sop mengungkapkan ada lima cara atau kunci sukses hidup seorang manusia muslim di dunia dan akhirat.
Hal itu disampaikannya saat mengisi pengajian (dakwah) umum Jum'atan yang diselenggarakan Pemko Banda Aceh di Taman Sari atau yang sering juga disebut Taman Bustanussalatin, Jum'at (27/3) pagi.
‎Dalam tausiyahnya di hadapan Wali Kota, Illiza Sa'aduddin Djamal dan ribuan warga Kota Banda Aceh, Tu Sop mengatakan, manusia yang paling baik adalah manusia yang bisa menyukseskan dirinya sendiri, serta mampu pula menyukseskan orang lain dan generasi penerus sesudahnya.
Untuk meraih kesuksesan, kata Tu Sop, umat Islam harus melakukan lima hal. Pertama, kata Tu Sop, tidak lupa pada kematian. Silakan mengisi hidup dengan berbagai kegiatan, tapi jangan lupa pada kematian. "Jadi bukan hanya dengan sukses materi dan standar keduniaan lainnya saja," sebutnya.
Kedua, sesibuk apapun seorang muslim dalam pekerjaan dalam mengejar karier di dunia, tapi tidak lupa membangun kuburan. “Maksudnya, kuburan ini adalah tempat yang membahagiakan sebelum dibangkitkan kembali di akhirat kelak. Ini tempat sebagai terminal, pembangunannya harus dirancang saat masih menjalani kehidupan dunia,” kata Tu Sop.
Ketiga, jika terlanjur berbuat dosa jangan lupa segera melakukan taubat nasuha. Keempat, banyak mengingat akhirat agar berlaku lurus dalam kehidupan dunia. “Banyak persoalan di dunia dengan fatamorgananya, tapi jangan pernah lupa akhirat. Kita tidak dilarang menguatkan dan sukses hidup di dunia, tapi kekuatan yang kita bangun adalah yang membawa kita sukses di akhirat. Kekayaan jangan jadi fasilitas untuk menambah dosa-dosa,” ujar Tu Sop.
Yang terakhir, kata Tu Sop, jangan lupa berinteraksi dengan Allah. “Kita punya alat komunikasi dan bisa berinteraksi dengan siapapun, kapanpun sehingga membuat kita selalu sibuk. Itu bisa membuat kita lupa berinteraksi dengan Allah, ini sumber malapetaka,” terang Tu Sop.
 Ia menambahkan, seseorang baru dianggap sukses jika sanggup membangun pola pikir dan perilaku anak-anaknya dengan ajaran Islam.
"Kita baru dikatakan sukses, bila kita sanggup membangun pola pikir anak-anak kita dan membangun perilaku mereka sesuai dengan ajaran Islam. Kalaupun nantinya mereka jadi pemimpin mereka akan jadi pemimpin yang adil, jadi pengusaha yang murah tidak kikir, kalau jadi ulama yang bisa menyebarkan ilmu ke semua lini. Dan kalaupun miskin, mereka tetap memiliki akhlak yang baik yang dekat dengan Tuhannya dan selalu mendoakan saudara seimannya," ungkap Tu Sop.
“Jangan pernah katakan sukses, jika umat Islam tidak dalam taat kepada perintah Allah Swt dan meninggalkan larangannya,” ingat Tgk H Muhammad Yusuf pada dakwah bertemakan, “Menyiapkan Masa Depan Gemilang Pemuda Islam” dan dihadiri oleh para pegawai di lingkungan Pemko Banda Aceh, siswa-siswi, para santri dan masyarakat.
Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab saat ini juga tercatat sebagai Ketua I Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA).
Di kalangan ulama dayah dan masyarakat Aceh, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab dikenal sebagai sosok ulama pemikir dan pengusaha yang mampu menyampaikan dakwah dengan bahasa yang mudah dipahami berbagai kalangan.
Saat berbicara di depan akademisi dan mahasiswa, ia berbicara dengan bahasa yang ilmiah dan sistematis, saat berdakwah dan atau mengisi pengajian bagi warga masyarakat biasa, ia juga mampu menyampaikan dakwahnya dengan bahasa yang mudah dicerna.
Bukan hanya itu, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab juga mampu berdakwah, menyentuh hati dan memberi motivasi  secara baik. Dalam berbagai seminar dan diskusi yang beliau isi, terlihat para peserta cukup antusias mengajukan berbagai pertanyaan kepada beliau.
Saat ini, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab telah membangun Dayah Multimedia yang salah satu unitnya adalah Radio Yadara (Yayasan Dayah Bersaudara) di komplek Dayah Babussalam Al-Aziziyah Bireuen yang bisa diakses di lamanwww.dayahmultimedia.com.
Radio Yadara yang dikelola Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab adalah Radio Dakwah yang menyajikan pengajian-pengajian Kitab monemuntal para Ulama seperti Kitab Minhajul ‘Abidin. Tidak heran, baru tujuh bulan mengudara, Radio Yadara kini telah mampu menarik perhatian banyak pendengar.
Diberdayakan oleh Blogger.