Muslim Sukses Miliki Visi Kehidupan Kekal Abadi

Banda Aceh, KWPSI - ‎Seorang muslim yang sukses adalah pribadi yang memiliki visi untuk kehidupan yang kekal abadi, mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya. 

Sungguh, kehidupan di dunia ini begitu singkat. Hari, bulan dan tahun silih berganti, dunia makin lama makin menjauh sedang pada kesempatan yang sama kehidupan akhirat makin mendekat.

“Makanya kita harus melakukan muhasabah (evaluasi diri) pada malam ini, mengevaluasi diri untuk perbaikan, demi tujuan yang lebih mulia yaitu kebahagiaan kehidupan ukhrawi kita,” kata Ustaz Gamal Achyar, Lc saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (25/2) malam.

“Pemilik Microsoft, Bill Gates adalah orang kaya sukses tapi dia tetap mengambil cuti dari pekerjaannya. Ia pergi ke sebuah pulau dan berpikir, mengevaluasi dirinya dengan membaca buku-buku yang mendukung untuk pembenahan perusahaannya.  Ini sebagai contoh, bahwa hal ini penting, “tutur Ustaz Gamal yang juga Staf Pengajar di Fakultas Syariah di UIN Ar-Raniry.

Urgensi muhasabah bagi seorang muslim meliputi seluruh aspek kehidupannya, baik yang berhubungan dengan Allah (ubudiyah) maupun hubungan dengan sesama manusia (muamalah) yang mengandung nilai ibadah. 

Dalam melakukan muhasabah, urai Ustaz Gamal, seorang muslim harus menilai dirinya, introspeksi diri, apakah dirinya lebih banyak berbuat baik ataukah cenderung berbuat kesalahan dalam kehidupan hari-harinya.

Patron penilaiannya, sebut ustaz Gamal, bukan berdasarkan keinginan diri sendiri tapi landasannya adalah Al Qur’an dan Sunnah.

“Tanpa introspeksi, jiwa manusia tidak akan menjadi baik. Jangan larut dengan angan-angan kita akan kehidupan dunia, karena ini dapat menyebabkan sempitnya hati,”terang Ketua Bidang Pembinaan Daerah Pemuda Dewan Dakwah Aceh ini.

“Jadi, muhasabah dapat diraih dengan melakukan perbandingan sehingga menjadi terlihat kelalaian yang selama ini belum kita sadari. Hendaknya ditanamkan dalam diri rasa takut kepada Allah SWT,”pungkas Ustaz Gamal Achyar yang Anggota Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) ini.

Staf pengajar Dayah Insan Qurani Aceh Besar ini menambahkan, hakikat muhasabah adalah untuk menyayangi diri kita secara sungguh-sungguh. 

Menurut Rasulullah SAW, papar Ustaz Gamal, muhasabah sama artinya dengan jihad nafs atau jihad memerangi dan mengekang hawa nafsu serta memaksakan diri untuk taat melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

“Sejenak kita memejamkan mata untuk mengenang betapa banyak dosa yang telah kita perbuat. Mintalah ampunan pada Allah, sehingga meruntuhkan ego-ego di jiwa kita, memberi ketenangan pada hati kita yang gelisah dan membuka penutup mata hati kita sehingga terang mana yang benar & mana yang salah,”tutupnya.

Pengajian yang mengangkat tema, "Kemana Tujuan Akhir Kehidupan Manusia" ini dipandu Anggota Dewan Pembina KWPSI, Tarmizi A. Hamid. Acara yang diwarnai diskusi panjang oleh peserta pengajian turut dihadiri, Anggota DPR Aceh Abdurrahman Ahmad, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Dr. Mahyuzar, Dirut Bank BPR Mustaqim Sukamakmur, Teuku Hanansyah, Ketua KWPSI, Arif Ramdan, para akademisi, santri, mahasiswa dan kalangan wartawan anggota KWPSI.‎ (Ridha Yuadi)

Diberdayakan oleh Blogger.