Yusri Puteh: Jangan Takut Tegakkan Syariat

Tgk Yusri Puteh memberi ceramah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim yang dilaksanakan oleh Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Warung Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Minggu (26/1). SERAMBI/YOCERIZAL


BANDA ACEH - Penceramah kondang Aceh, Tgk Yusri Puteh mengajak para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama menegakkan syariat Islam di bumi Aceh. Pemimpin dan rakyat Aceh tidak perlu terpengaruh dengan anggapan bahwa status syariat akan membuat Aceh dijauhi oleh investor.
“Tak perlu takut investor tidak akan masuk. Dulu masa kejayaan Aceh juga melaksanakan hukum syariah, dan rakyatnya hidup sejahtera,” ungkap Tgk Yusri dalam tausiyahnya pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Minggu (26/1).
Tgk Yusri mengatakan, anggapan bahwa pelaksanaan hukum syariat akan menjadi hambatan dalam menggaet investor dan berakibat tidak tumbuhnya perekonomian masyarakat Aceh, adalah anggapan yang salah besar. “Dulu juga tidak banyak investor masuk ke Aceh, tapi hasil buminya berlimpah ruah. Hanya dengan mengutip pinang mampu naik haji. Banyak orang Aceh yang menjadi saudagar, bahkan menjadi investor di negeri orang,” ujarnya.
Tgk Yusri melanjutkan, ketakutan untuk melaksanakan hukum syariat, menunjukkan ketidakyakinan kaum muslim terhadap janji Allah. Cukup banyak firman Allah yang memberikan jaminan kehidupan sejahtera bagi penduduk negeri yang beriman dan bertakwa kepada Allah.
“Dalam surat Al A’raf ayat 96 Allah berfirman ‘Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya’. Itu janji Allah, apakah kita tidak percaya? Nauzubillah,” ujar penceramah yang terkenal dengan kekocakannya dalam menyampaikan nasihat-nasihat.
Karenanya, Tgk Yusri Puteh mengajak para pemimpin dan seluruh masyarakat Aceh untuk melawan setiap upaya pelemahan syariat di Aceh. “Mereka memanfaatkan semua lini untuk menghantam syariat Islam di Aceh. Ada yang bilang, hukum syariat, seperti potong tangan itu melanggar HAM. Apakah mereka tidak mengkaji bahwa si pencuri ini telah melanggar HAM orang lain? Jadi hukum syariah ini dilaksanakan untuk menyelamatkan kehidupan yang lebih besar,” ujarnya.
“Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ini sudah sangat paripurna. Baca kembali sejarah, pelajari seluruh kehidupan Nabi Muhammad. Rasulullah itu tokoh penegak HAM. Maka dengan momen memperingati kelahiran Nabi ini, mari kita teladani kehidupan Rasulullah dari semua sisi. Kita mesti bersama-sama mendorong pelaksanaan syariat Islami di Aceh harus dilaksanakan secara kaffah,” ujarnya.
Tgk Yusri juga mengatakan, saat ini hukum syariah sudah bisa dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan menyentuh semua sisi kehidupan. Hukum syariat harus menjangkau setiap pelakunya, mulai dari rakyat jelata hingga pejabat. “Sekarang bukan masanya lagi sosialisasi. Hukum Syariat di Aceh sudah berusia hampir 14 tahun sejak dideklarasikan pada tahun 1999 lalu. Masak sih sosialisasi terus,” katanya.
Tgk Yusri Puteh juga menekankan tanggung jawab pelaksanaan syariat Islam itu berada pada setiap umat muslim, bukan cuma Dinas Syariat Islam, WH, atau lembaga lainnya. “Setiap orang tua harus memastikan anaknya patuh kepada hukum Allah. Para pemimpin juga seperti itu. Hukum syariat harus ditegakkan kepada siapapun, termasuk pejabat sekalipun. Karena semua kita, semua anggota tubuh kita, akan diminta pertangunggjawaban oleh Allah di hari akhirat kelak,” ujarnya.(nal)
Diberdayakan oleh Blogger.